Sunday, September 12, 2010

KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN

KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN

Belajar 1 :
Mitos Komunikasi dalam Pembangunan

Masih banyak orang terkecoh antara realitas dengan mitos mengenai hubungan antara komunikasi massa dengan perilaku menyimpang, misalnya peristiwa perkosaan atau pembunuhan yang terjadi di dalam masyarakat adalah karena pengaruh media massa, misalnya televisi, film-film di gedung bioskop, VCD dan sebagainya. Sementara itu, sejumlah kalangan terbatas, misalnya para ilmuwan tidak berani dengan serta-merta menganggap bahwa tayangan televisi, VCD atau bioskop dan sejenisnya adalah biang dari terjadinya perilaku menyimpang itu. Jangan-jangan memang dua-duanya itu antara realitas dan mitos terjadi di dalam masyarakat.
Mitos komunikasi yang dikemukakan oleh Gonzales meliputi mitos tentang sistem sumber, pesan, saluran, segmen khalayak dalam sistem pemakai, efek dan mitos tentang alternatif pembangunan

Mitos tentang sistem sumber antara lain mitos tentang yang baru itu lebih baik, mengatakan "tidak" itu salah, pendidikan lebih tinggi berarti keahlian lebih tinggi, hanya ilmuwan yang dapat melakukan riset, kasus yang berhasil dapat dijadikan model yang baik. Mitos tentang pesan berkaitan dengan mitos tentang informasi saja cukup untuk menyokong pembangunan, isi media massa sama dengan efeknya, media exposure sama dengan efek, suatu inovasi yang baik akan laku dengan sendirinya.

Mitos tentang saluran meliputi mitos tentang media yang lebih besar akan memberikan hasil yang lebih baik, kampanye informasi publik adalah kampanye media massa, ada satu medium yang paling baik kerjanya untuk segala macam penggunaan, teknologi komunikasi itu netral. Berikutnya adalah mitos tentang segmen khalayak dalam sistem pemakai, yang berisi tentang : target khalayak kita adalah masyarakat umum, pengadopsi inovasi yang pertama adalah model yang baik untuk dijadikan contoh, keputusan dibuat pada tingkat individu, individulah yang harus disalahkan untuk masalah yang dihadapinya, mendengarkan tidaklah sepenting, seperti berbicara kepada khalayak Anda.

Selanjutnya, mitos tentang efek yang meliputi mitos tentang perbedaan dalam pengetahuan, sikap dan perilaku di antara kelompok-kelompok sosial ekonomi yang berbeda tak dapat dihindari dalam program-program pembangunan, beri perlakuan yang sama pada setiap orang dalam pembangunan. Mitos tentang alternatif pembangunan antara lain tentang masyarakat yang modern adalah masyarakat yang hidup menurut cara barat, untuk menjadi modern, seseorang harus disosialisasikan ke dalam kepercayaan dan sikap tertentu, tahap-tahap pembangunan tak dapat diulangi kembali, kita selalu mengerjakan seperti ini.

Belajar 2 :
Komunikasi dan Pembangunan

Menurut Roucek dan Warren, komunikasi itu adalah suatu proses pemindahan atau pengoperan fakta-fakta, keyakinan-keyakinan sikap, reaksi-reaksi emosional, serta berbagai bentuk kesadaran manusia. Senada dengan pendapat Roucek & Warren ini adalah pendapatnya Cherry, yang menegaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses di mana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi, dengan tujuan mencapai pengertian bersama yang lebih baik mengenai masalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. Proses ini, dan kaitan hubungan yang ada di antara peserta dalam proses, kita sebut komunikasi. Komunikasi bukan merupakan jawabannya itu sendiri, tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerusan rangsangan dan pembangkitan balasannya.

Pengertian dari pembangunan mengacu proses perubahan yang dengan sadar ditujukan untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat. Jadi, dengan formulasi apa pun pembangunan dirumuskan, sebenarnya esensinya tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan taraf dan kualitas hidup individu dan masyarakat, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Everett M. Rogers mengatakan, secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa (Rogers, 1985: 2). Sementara itu Hedebro Goran mengatakan bahwa pembangunan tidak lain adalah proses perubahan untuk meningkatkan kondisi-kondisi hidup. Namun, yang perlu dipahami di sini bahwa yang dimaksud dengan proses perubahan itu tidak semata-mata dan sekadar untuk menunjukkan proses perubahan belaka, melainkan harus juga digambarkan secara jelas tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari proses perubahan itu sendiri. Jadi, tujuan itu penting bagi proses perubahan yang namanya pembangunan.

Bryant dan White menyatakan bahwa terdapat empat aspek yang terkandung di dalam pembangunan kualitas manusia sebagai upaya meningkatkan kapasitas mereka. Pertama, pembangunan harus memberikan penekanan pada kapasitas (capacity), kepada apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut serta energi yang diperlukan untuk itu. Kedua, pembangunan harus menekankan pemerataan (equity). Ketiga, pembangunan mengandung arti pemberian kuasa dan wewenang (empowerment) yang lebih besar kepada rakyat. Keempat, pembangunan mengandung pengertian berkelangsungan atau berkelanjutan (sustainable) dan interdependensi di antara negara-negara di dunia.

DAFTAR PUSTAKA
Achmad.A.S dan Ecip S.S (Penyunting). (1985). Komunikasi dan Pembangunan. Jakarta: Sinar Harapan.

Budiman, Arief. (1995). Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia.

Effendy, Sofian. (1988). Paradigma Administrasi Pembangunan. Makalah Seminar LAN-RI; Terdapat dalam Percikan Pemikiran FISIPOL UGM Tentane Pembangunan. (1990). Yogyakarta: Diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.

Effendy, Onong Uchjana. (1994). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Gonzalez, Hernando. (1993). Beberapa Mitos Komunikasi dan Pembangunan. Terdapat dalam Jahi, Amri (Penyunting). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-negara Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Goran, Hedero. (1986). Communication and Social Change in Developing Nations: A Critical View. The Iowa State University Press/Ames.

Inkeles, Alex. (1974). Manusia Modern. Terdapat dalam Weiner, Myron (Editor). Modernisasi: Dinamika Pertumbuhan. Voice of America Forum Lectures.

Jahi, Amri (Penyunting). (1993). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kincaid, D. Lawrence & Schramm, Wilbur. (1977). Asas-asas Komunikasi Antarmanusia. Penerbit LP3ES Bekerja Sama dengan East West Communication Institute.
Rogers, Everett M., dan Shoemaker, F. Floyd. (1981). Communication of lnnovatin. Edisi Indonesia disarikan oleh Abdillah Hanafi. Memasyarakatkan Ide Baru. Surabaya: Usaha Nasional, Surabaya.

Roucek, Joseph S., and Warren, Roland S. (1963). Sociology An Introduction. New Jersey: Littlefield, Adams & Co, Paterson.

Schramm, Wilbur. (1964). Mass Media and National Development. Terdapat dalam Depari, Edward, & Mac Andrew, Colin (Editor). (1978). Peranan Komunikasi dalam Pembangunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Shingi, Prakash M. dan Mody, Bda. (1985). Kesenjangan Akibat Pengaruh Komunikasi: Sebuah Penelitian Lapangan mengenai Televisi dan Keterbelakangan Pertanian di India. Terdapat Dalam Rogers, Everett M. (Editor). (1985). Komunikasi Pembangunan: Perspektif Kritis. Jakarta: Penerbit LP3ES